Solusi Keuangan yang Lebih Berperikemanusiaan Bagi Debitur

Daftar Isi

Seringkali sistem perbankan dan penagihan terasa dingin, kaku, dan tidak punya hati. Debitur yang sedang jatuh tertimpa tangga (sakit, PHK) malah ditekan habis-habisan. Padahal, debitur adalah manusia, bukan mesin ATM. 

Kami percaya bahwa penyelesaian masalah utang haruslah menggunakan pendekatan yang memanusiakan manusia. Inilah yang dimaksud dengan solusi keuangan yang lebih berperikemanusiaan.

Utang Bukan Kejahatan Kriminal

Pertama-tama, tanamkan di pikiran Anda: Gagal bayar utang (wanprestasi) adalah masalah perdata, bukan pidana. Anda bukan penjahat, pencuri, atau koruptor. Anda hanyalah seseorang yang sedang mengalami kesulitan arus kas.

Menghapus stigma “orang gagal” ini penting agar mental Anda bangkit. Pendekatan ini selaras dengan pendekatan manusiawi menghadapi masalah utang yang selalu kami gaungkan.

Hak untuk Hidup Layak Selama Mengangsur

Banyak penagih memaksa debitur menyerahkan semua uangnya sampai tidak bisa makan. Ini tidak manusiawi. Solusi yang benar adalah: penuhi kebutuhan dasar keluarga (makan, tempat tinggal, sekolah anak) terlebih dahulu, baru sisanya untuk angsuran.

Bank sebenarnya memahami konsep disposable income. Jangan biarkan mereka menekan Anda untuk membayar melebihi kemampuan hidup dasar Anda.

Menolak Cara Penagihan yang Barbar

Anda berhak menolak dibentak, dimaki, atau dipermalukan di depan tetangga. Itu pelanggaran HAM dan aturan OJK. Jika Anda menghadapi situasi ini, Anda perlu tahu cara membela diri. Simak langkah mudah menghadapi penagihan yang mengganggu agar Anda punya keberanian berkata “Tidak” pada intimidasi.

Negosiasi Berbasis Kemampuan (Ability to Pay)

Solusi manusiawi menyesuaikan skema pembayaran dengan kondisi keuangan Anda saat ini, bukan dengan kondisi keuangan Anda di masa lalu.

Jika dulu sanggup bayar 5 juta, sekarang cuma sanggup 1 juta, maka negosiasinya harus di angka 1 juta (dengan perpanjangan waktu). Memaksakan angka lama hanya akan membuat Anda stres dan sakit.

Memulihkan Harga Diri Keluarga

Tujuan akhir dari pelunasan utang bukan sekadar angka nol di rekening, tapi kembalinya senyum di wajah keluarga. Ayah yang tidak lagi pemarah, Ibu yang tidak lagi menangis.

Kami di Bebasin Indonesia fokus pada pemulihan ini. Kami menjadi jembatan agar Anda bisa mendapatkan perlakuan yang layak dari kreditur. Anda bisa mempelajari jalan damai menyelesaikan persoalan utang sebagai referensi solusi yang menenangkan.

Anda berhak mendapatkan kesempatan kedua. Mari cari jalan keluar yang bermartabat lewat konsultasi bersama Bebasin Indonesia. Dapatkan rasa tenang dan solusi adil bersama Bebasin Indonesia.

Utang bukan akhir segalanya.

Temukan solusi legal dan manusiawi bersama kami.