Menghadapi Penagihan Tanpa Drama dan Emosi

Daftar Isi

Teriakan, makian, gebrak meja, hingga tangisan. Itulah drama yang sering kita bayangkan (atau alami) saat proses penagihan utang. Drama ini menguras energi dan merusak kesehatan mental, tapi sayangnya tidak menyelesaikan utang sepeser pun. 

Sebenarnya, ada cara elegan untuk menghadapi penagihan yang efektif, profesional, dan bebas drama. Kuncinya ada pada kontrol diri dan pendekatan manusiawi saat menghadapi masalah utang.

Drama Terjadi Karena Emosi

Konflik meledak ketika api disiram bensin. Penagih datang dengan tekanan target (api), dan debitur merespons dengan kemarahan atau ketakutan berlebih (bensin).

Mulai sekarang, ubah respons Anda. Anggap penagih sebagai kurir paket yang sedang mengantar berita. Terima beritanya, jangan marahi kurirnya. Bersikap tenang dan dingin akan membuat penagih menurunkan nada bicaranya secara otomatis.

Teknik “Piringan Hitam Rusak”

Ini adalah teknik psikologi komunikasi yang ampuh. Saat penagih mendesak dengan berbagai argumen, ulangi satu kalimat yang sama dengan nada datar.

Contoh:

  • Penagih: “Bayar sekarang! Cari utangan dong!”
  • Anda: “Saya berniat bayar, tapi dana belum ada. Saya akan kabari akhir bulan.”
  • Penagih: “Ah alasan terus! Jual dong barangnya!”
  • Anda: “Saya berniat bayar, tapi dana belum ada. Saya akan kabari akhir bulan.”

Konsistensi ini membosankan bagi penagih dan mematikan potensi drama. Simak juga tiips menyelesaikan utang tanpa konflik untuk memperkuat mental Anda.

Pahami SOP Penagihan Resmi

Drama sering muncul karena penagih melanggar aturan (intimidasi) dan debitur tidak tahu cara melawannya. OJK melarang penagihan dengan kekerasan, ancaman, atau mempermalukan.

Jika penagih mulai main drama kasar, katakan dengan tenang: “Mas, tindakan ini melanggar POJK. Silakan bicara sopan atau saya laporkan dan saya stop negosiasi.” Ketegasan berbasis aturan ini sangat efektif membungkam arogansi.

Dokumentasikan Segala Hal

Untuk menghindari drama “katanya begini, katanya begitu” di kemudian hari, rekam atau catat setiap interaksi.

  • Kapan mereka menelepon?
  • Siapa nama penagihnya?
  • Apa isi kesepakatannya?

Bukti ini adalah perisai Anda. Jika perlu melibatkan pihak ketiga, bukti ini sangat berharga. 

Alihkan ke Jalur Formal

Jika penagihan lapangan (field collection) dirasa terlalu mengganggu privasi dan memicu drama tetangga, mintalah penyelesaian secara formal di kantor bank atau lembaga mediasi.

Katakan: “Mari kita bahas ini di kantor secara profesional, tidak di depan rumah saya.” Ini menunjukkan Anda beritikad baik dan berkelas.

Ingin belajar cara komunikasi yang membuat penagih segan? Atau butuh perwakilan untuk bicara atas nama Anda? Segera lakukan konsultasi bersama Bebasin Indonesia Stop drama, mulai solusi nyata bersama Bebasin Indonesia.

Utang bukan akhir segalanya.

Temukan solusi legal dan manusiawi bersama kami.