Cara Menyusun Rencana Pembayaran yang Lebih Realistis

Daftar Isi

Saat dikejar penagih, debitur seringkali panik dan berjanji sembarangan: “Oke Pak, saya bayar 5 juta bulan depan!” Padahal gaji cuma 6 juta dan ada biaya hidup anak.

Janji surga ini pasti diingkari, dan akibatnya fatal: kepercayaan kreditur hilang. Kunci sukses melunasi kewajiban bukanlah janji manis, tapi rencana pembayaran yang realistis dan berpijak pada bumi.

Mengapa Rencana Sering Gagal?

Kegagalan terbesar biasanya disebabkan oleh over-optimism. Kita berharap akan ada bonus, berharap bisnis tiba-tiba laku, atau berharap bisa makan mie instan sebulan penuh.

Ketika realita menghantam (sakit, motor rusak), rencana yang terlalu ketat itu ambyar. Rencana yang baik harus memiliki ruang untuk bernapas (buffer). 

Anda bisa belajar tentang mengatur ulang keuangan untuk pelunasan utang secara ogis.

Hitung Disposable Income (Jujur!)

Rumus sederhananya: Pemasukan Bersih – (Biaya Hidup Wajib + Biaya Tak Terduga) = Kemampuan Bayar.

Biaya hidup wajib itu makan, listrik, transport kerja. Bukan rokok, kopi mahal, atau paket data unlimited. Jadilah “kejam” pada pengeluaran gaya hidup, tapi tetap realistis pada kebutuhan perut. Angka sisa itulah yang Anda tawarkan ke bank sebagai cicilan.

Alokasi Dana Darurat Tetap Wajib

Ini terdengar aneh: “Punya utang kok nabung?”. Justru karena punya utang, Anda wajib punya dana darurat kecil.

Jika Anda menggunakan semua uang untuk bayar cicilan hingga saldo nol, maka saat ban motor bocor, Anda terpaksa gesek kartu kredit lagi. Lingkaran setan terulang. Sisihkan sedikit (misal 5-10%) dari sisa uang untuk dana jaga-jaga dalam rencana pembayaran Anda.

Negosiasi Tenor yang Masuk Akal

Jika kemampuan bayar Anda hanya Rp 1 juta per bulan, jangan memaksakan diri mengambil tenor pendek dengan cicilan Rp 2 juta. Mintalah perpanjangan waktu (rescheduling) agar angsuran turun menjadi Rp 1 juta.

Meskipun total bunga mungkin bertambah, namun arus kas Anda selamat. Anda tidak akan gagal bayar lagi di tengah jalan. Ini adalah strategi bertahan yang cerdas. 

Cek juga apakah data aman saat mediasi jika Anda menggunakan pihak ketiga untuk negosiasi ini.

Review Rencana Setiap 3 Bulan

Kondisi ekonomi bisa berubah. Mungkin gaji naik, atau justru ada pengeluaran sekolah anak. Evaluasi rencana Anda secara berkala.

Jika ada rezeki lebih, lakukan pelunasan ekstra (top up). Jika kondisi memburuk, segera komunikasikan ke bank sebelum jatuh tempo.

Kesulitan menghitung angka yang pas agar tidak boncos? Mari berhitung bersama ahlinya lewat konsultasi bersama Bebasin Indonesia.

Buat rencana yang bisa dieksekusi, bukan cuma wacana, bersama Bebasin Indonesia.

Utang bukan akhir segalanya.

Temukan solusi legal dan manusiawi bersama kami.